Rabu, 30 Maret 2011

NARASI DI BALIK BILIK

Aku ingin mencari malam,
Dia mana tak ku jumpa lagi kelam, 
Aku terus berdiam,
Tak jua ku rasa luka nang meredam, 
Bintang terkelip redup tersedak, 
Merajuk bidadari kecil di balik bilik,
Mengosong, mengasing, dan terisak, 

Tak bersarang sajakan angin pekat nang dingin, 
Hingga gelap tak lagi selimuti malam, 


Tik, 
Tertetes, 
Tetes ini berasa embun atau mata nang berdentum?
Dari balik mana malaikat merajut luka beralur kusut,

Sampai jemari terlentik tak mampu mengurut,. 


Akhirnya
Dahi pun berkerut, 
Beku – ku,
Letih – ku,
Penat – ku,. 
Dan berdiriku kembali terguyum dibalik bilik,
Sisakan dingin berbalut sepi,


Malam tetep gelap
Dingin tetap menggigil,
Sepi tetap memanggil,
Berumah-nya dan aku tetap sendiri. 


Yogyakarta, 28 Oktober 2006

Tidak ada komentar:

Posting Komentar